Minggu, 07 April 2013

tugas soft skill

PETA INDONESIA



Sejarah kalimantan utara

Dalam sejarahnya negeri-negeri di bagian utara pulau Kalimantan, yang meliputi SarawakBrunei dan sebagian besar Sabah adalah wilayah mandala negara Kesultanan Brunei yang berbatasan dengan mandala negara Kerajaan Berau.[2] Sejak masa Hindu hingga masa sebelum terbentuknya Kesultanan Bulungan, daerah yang sekarang menjadi wilayah provinsi Kalimantan Utara hingga daerahKinabatangan di Sabah bagian Timur merupakan wilayah mandala negara Berau yang dinamakan Nagri Marancang.[3] Namun belakangan sebagian utara Nagri Marancang (alias Sabah bagian Timur) terlepas dari Berau karena diklaim sebagai wilayah mandala Brunei, kemudian oleh Brunei dihadiahkan kepada Kesultanan Sulu dan Suku Suluk mulai bermukim di sebagian wilayah tersebut.[4] Kemudian kolonial Inggris menguasai sebelah utara Nagri Marancang dan Belanda menguasai sebelah selatan Nagri Marancang (sekarang provinsi Kaltara).[5][6]
Wilayah yang menjadi propinsi Kalimantan Utara merupakan bekas wilayah Kesultanan Bulungan dan Kerajaan Tidung. Kedua-duanya, yaitu negeri Kesultanan Bulungan dan negeri Kerajaan Tidung merupakan bekas daerah bagian milik dari negara Berau yang telah melepaskan diri, namun kemudian menjadi daerah perluasan pengaruh Kesultanan Sulu.[7] Namun Kerajaan Beraumenurut Hikayat Banjar termasuk salah satu vazal atau negara bagian di dalam mandala negara Kesultanan Banjar sejak zaman dahulu kala, ketika Kesultanan Banjar masih bernama Kerajaan Negara Dipa (masa Hindu).[8] Sampai tahun 1850, negeri Bulungandan negeri Tidung masih diklaim sebagai negeri bawahan dalam mandala negara Kesultanan Sulu [bekas bawahan Brunei].[9]Namun dalam tahun 1853, negeri Bulungan dan negeri Tidung sudah dimasukkan dalam wilayah Hindia Belanda atau kembali menjadi bagian dari Berau.[10] Walaupun belakangan negeri Bulungan dibawah kekuasaan Pangeran dari Brunei dan negeri Tidung dibawah kekuasaan menantu Raja Tidung yang merupakan Pangeran dari Sulu, namun kedua negeri tersebut masih tetap termasuk dalam mandala negara Berau. Berdasarkan perjanjian antara negara Kesultanan Banjar dengan VOC Belanda yang dibuat pada tanggal 13 Agustus 1787 dan 4 Mei 1826, maka secara hukum negara Kesultanan Banjar menjadi daerah protektorat VOC Belanda dan beberapa daerah bagian dan negara bagian yang diklaim sebagai bekas vazal Banjar diserahkan sebagai properti VOC Belanda, maka Kompeni Belanda membuat batas-batas wilayahnya di Borneo (Kalimantan) berdasarkan perjanjian tersebut yaitu wilayah paling barat adalah negara bagian Sintang, daerah bagian Lawai dan daerah bagian Jelai (bagian dari negara bagianKotawaringin) sedangkan wilayah paling timur adalah negara bagian Berau.[11] Negara bagian Berau meliputi negeri kesultanan Gunung Tabur, negeri kesultanan Tanjung/Sambaliung, negeri kesultanan Bulungan & distrik Tidung alias mantan Kerajaan Tidungyang dihapuskan tahun 1916.[12] Berdasarkan peta Hindia Belanda tahun 1878 saat itu menunjukkan posisi perbatasan jauh lebih ke utara dari perbatasan Kaltara-Sabah hari ini, karena mencakupi semua perkampungan suku Tidung yang ada di wilayahTawau.[13]
Proses pemekaran Kalimantan Utara menjadi suatu provinsi terpisah dari Kalimantan Timur telah dimulai pada tahun 2000-an.[14][15] Setelah melalui proses panjang, pembentukan provinsi Kalimantan Utara akhirnya disetujui dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 Oktober 2012.[16][17]

[sunting]Pemerintahan

Pada saat dibentuknya, wilayah Kalimantan Utara dibagi menjadi 5 wilayah administrasi, yang terdiri dari 1 kota dan 4 kabupaten sebagai berikut:
Seluruh wilayah ini sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kalimantan Timur.
PeringkatKabupaten/KotaPopulasiIbukota
1Kota Tarakan289.973-
2Kabupaten Nunukan181.567Nunukan
3Kabupaten Bulungan153.322Tanjung Selor
4Kabupaten Malinau82.460Malinau
5Kabupaten Tana Tidung30.841Tideng Pale

[sunting]referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Utara




Rasa lapar memang terkadang menyerang tanpa kenal waktu ya, terkadang lewat tengah malam pun perut malah tidak bisa berkompromi ingin segera menyantap sesuatu untuk diisi. Tapi yang ada malah kebingungan karena masakan makan malam malah tak tersisa. Hmmm masak apa ya yang praktis namun mengenyangkan? Nah sepertinya resep nasi goreng merupakan pilihan yang tepat di saat seperti ini. Tak perlu keluar rumah untuk membelinya karena resep nasi goreng pasti bisa anda buat di rumah dengan bahan-bahan yang sederhana.
Resep nasi goreng ternyata banyak sekali macamnya lho pembaca. Ada resep nasi goreng tradisional khas jawa yang banyak dijual di sepanjang jalan, ataupun resep nasi goreng modern dengan menggunakan seafood ataupun kari dan rasa-rasa yang lainnya. Untuk anda yang menginginkan resep nasi goreng lezat nan simple, silahkan intip resep dibawah ini.
BAHAN:
250 gr nasi putih
100 gr udang sedang, kupas
5 buah bakso sapi, iris bulat
50 gram kacang polong
2 batang daun bawang iris halus
1 sdm saus cabai
1/4 buah tomat merah, iris
2 sdm minyak untuk menumis
1 sdm kecap manis
1 sdm kecap asin
1 sdt ang ciu
Pelengkap: telur mata sapi dan kerupuk udang
BUMBU HALUS:
2 siung bawang putih
3 butir bawang merah
1 buah cabai merah
1/4 sdt merica
garam secukupnya
CARA MEMBUAT:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum, masukkan daun bawang, dan
tomat, aduk rata. Tambahkan udang dan bakso, aduk rata.
2. Masukkan nasi putih, tambahkan saus, kecap manis, kecap asin, dan ang ciu,
aduk rata, angkat.
3. Sajikan hangat dengan taburan bawang goreng, kerupuk udang, telur mata sapi,
dan acar ketimun.

4.apabila saya jadi pemimpin 2/3 wilayah perairan,maka saya akan membuat jalur transfortasi yang menghubungkan antar pulau,supaya memudahkan masyarakat dalam berhubungan perdagangan dan memudahkan jalur transportasi,
selain itu saya akan mengelola penuh kekayaan alam yang terdapat d perairan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar